Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara
individu satu dengan individu lainnya. Individu satu dapat mempengaruhi yang
lain dan begitu juga sebaliknya “definisi secara psikologi sosial “. Pada
kenyataannya interaksi yang terjadi sesungguhnya tidak sesederhana kelihatannya
melainkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Interaksi terjadi karena
ditentukan oleh banyak faktor termasuk manusia lain yang ada di sekitar yang
memiliki juga perilaku spesifik.
CONTOH :
Dorongan untuk makan , Dorongan untuk
mempertahankan diri,Dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana
individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar
individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan.
Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai
makhluk sosial. Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan
sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan
masyarakat yang terdiri dari : Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana
manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga
dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan
tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia
sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan
efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat
paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan
masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu
sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya
sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri
punya konsep sebagai makhluk sosial. Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan
sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam
hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia
satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal
yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
- Tekanan
emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu
sama lain.
- Harga
diri yang rendah, etika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia
yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan
dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan
membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk
kondisi seperti semula. Isolasi sosial, orang yang terisolasi
harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar
terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
Sebagai mahkluk social yang
berkumpul dan menetap tentunya manusia mengadakan interaksi terhadap sesamanya.
Dan selain berinteraksi dengan sesamanya tentunya manusia juga mengadakan
interaksi terhadap linkungan alam diamana ia tinggal. Didalam interaksi itu
yang dilakukan terus-menerus bahkan dapat menimbulkan sesuatu
hal/kebiasaan dalam lingkungan masyarakat yang berulang dan menjadi kebiasaan
atau diturunkan kepada masyarakat selanjutnya,
Jika kita mengamati seluruh
kelompok manusia di muka bumi ini, tentunya kita dapatkan berbagai corak
Kebudayaan yang berbeda-beda. Bahkan jika dipersempit untuk mengamati Negara
kita saja Indonesia, tentunya kita dapat melihat banyak sekali perbedaan
Kebudayaan di setiap daerah dari sabang sampai merauke .Jika kita telah
tentunya perbedaan Kebudayaan ini sangatlah wajar, karena perbedaan yang
dimiliki oleh faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang
menyebabkan berbagai corak kebudayaan tersebut.
Pengertian kebudayaan
banyak sekali dikemukakan oleh para ahli, salah satunya dikemukakan oleh Selo
Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang mendefinisikan bahwa Kebudayaan adalah
semua hasil dari karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dalam perkembangannya suatu
kebudayaan itu tidaklah bersifat statis (tetap) melainkan bersifat dinamis. Hal
ini disebabkan karena berbagai kelompok manusia yang memiliki kebutuhan
tertentu saling berinteraksi satu kelompok dengan kelompok lainnya, tentunya
melalui interaksi manusia itu terjadi perubahan kebudayaan karena dipengaruhi
oleh kebudayaan lainnya
Tapi ironi terjadi di
masyarakat Indonesia dimana perubahan kebudayaan yang terjadi di Negara ini
terlalu besar, bahkan terkesan terlalu menyerap kebudayaan asing, sehingga
mengabaikan kebudayaan yang sudah ada. Hal ini dapat dilihat dari cara
berkomunikasi, cara berpakaian, dan pola piker yang sangatlah berbeda.
Tentunya hal ini sedikit
meresahkan karena banyak kebudayaan asing yang diserap tanpa ditimbang-timbang
terlebih dahulu. Bahkan banyak para ahli mengemukakan bahwa kebudayaan yang
diserap dengan gamblang dapat berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.
interaksi
adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi
dala pikiran dan tindakannya. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam
kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
Interaksi
sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu dan menyapa, interaksi
dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling
berbicara, saling mengenang dan membicarakn masa lalu yangperah bersama sama.
Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial.
Interaksi
sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
1.
Imitasi adalah suatu
proses peniruan atau meniru.
2.
Sugesti adalah suatu
poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman
tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di
sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri
maupuhn dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti
sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir
sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya,
sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya,
lalu diterima oleh orang lain di luarnya..
3.
Simpati adalah
perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul
tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan
seperti juga pada proses identifikasi.
2. Bentuk-bentuk
Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk
intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition),
dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap
sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi
sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi
itu dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta
memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar